KANDUNGAN QS AL BAQOROH : 185

KANDUNGAN QS AL BAQOROH : 185
(Kajian Romadhon)
Assalaamu’alaikum wr wb

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, segala puji bagi Allah SWT atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi agung Nabi Muhammad SAW. Qola Allahu ta’ala fi Quranil Kariim:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Ikhwah fillah,
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan materi tentang kandungan surat Al Baqoroh ayat 185-186.  Apabila selama Ramadhan ini banyak penceramah yang menyampaikan Surat Al Baqoroh :183 tentang kewajiban puasa,  maka kali ini saya akan menyampaikan lanjutannya.  Arti dari QS @: 185 adalah:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Pada ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa pada bulan Ramadhan ini diturunkannya (permulaan) Al quran.  Lalu, apakah Al Quran itu? Pada ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa fungsi Al Quran adalah:

1.       Sebagai petunjuk bagi manusia.
Kita tahu bahwa Allah SWT adalah pencipta manusia, maka yang paling berhak membuat petunjuk bagi manusia adalah pencipta manusia itu sendiri. Seperti sebuah pabrik pembuat kulkas merek tertentu, tentu saja yang paling berhak dan paling tahu untuk perawatannya agar kulkas tersebut berjalan dengan baik adalah pabrik kulkas merek tersebut. Apabila kita mengambil pedoman perawatan kulkas dari pabrik lain, tentu saja tidak akan cocok. Begitu pula Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia agar manusia bisa selamat di dunia dan akhirat. Tetapi sangatlah sedikit orang yang mau mengambil al Quran sebagai petunjuk.

2.       Sebagi penjelasan dari petunjuk
Fungsi kedua dari Al Quran adalah sebagai penjelas dari petunjuk itu. Artinya, Allah SWT memberikan petunjuk akan satu hal tidak hanya dalam satu ayat saja, tetapi biasanya diperjelas lagi pada beberapa ayat, bisa berurutan, atau tidak.  Seperti contohnya dalam QS Al Baqoroh ayat 2 Allah SWT menyatakan bahwa Al Quran adalah petunjuk bagi orang-orang takwa. Pada ayat 3 dan 4, Allah SWT menjelaskan definisi orang-orang yang bertakwa, yaitu; orang yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat, yang berinfaq, beriman kepada kitab-kitab Allah, dan beriman kepada hari akhir. Masalahnya adalah, berapa banyak orang yang mau mempelajari penjelasan Al Quran. Kita bisa lihat contohnya. Dari jamaah sekarang saja, berapa banyak yang mau mempelajari Al Quran. Berapa banyak dari kita yang bisa membaca AL Quran, dari yang bisa membaca Al Quran, berapa banyak yang mau membaca Al Quran, dari yang mau membaca Al Quran berapa banyak yang mau membaca artinya, dari yang mau membaca artinya, berapa banyak yang mau mempelajari dan membahasnya, padahal inilah intinya. Dari mempelajari dan mendiskusikan isi Al Quran inilah kita akan memahami apa kandungan Al Quran.

3.       Sebagai pembeda
Fungsi ketiga dari Alquran adalah sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah. Sekali lagi, untuk bisa memahami dan membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, mana yang benar dan mana yang salah adalah dengan memahami kandungan al Quran.  Diantara orang yang mempelajari Al Quran dan mengetahui mana yang hak dan mana yang bathil saja hanya berapa persennya yang mau melaksanakannya. Menolak kebathilan dan menegakkan kebenaran memang dibutuhkan perjuangan. Karena kebenaran itu biasanya dihambat langsung oleh penyerunya, sedangkan kebathilan itu biasanya didukung langsung oleh pencegahnya. Hal inilah penyebab mengapa kebenaran sulit ditegakkan sedangkan kemungkaran sulit untuk diberantas. Jadi, mungkin saja kita sudah mengetahui yang benar, tetapi masih belum mau melaksanakannya. Contohnya, mempelajari Al Quran, kita tahu itu kewajiban, tapi kita masih belum mau melakukannya. Bisa juga sebaliknya, kita mengetahui yang salah, tetapi masih enggan untuk meninggalkannya. Contohnya ngerasani orang, kita tahu itu salah, tapi kita masih saja enggan meninggalkannya.

Kandungan lain dalam QS Al Baqoroh 185 adalah perintah berpuasa di bulan Ramadhan. Jadi, jika dalam ayat 183 Allah menyatakan ada kewajiban berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kita, maka pada ayat 185 ini Allah lebih spesifik mewajibkan kita berpuasa selama Bulan Ramadhan.  

Pada ayat ini juga dijelaskan untuk yang sakit atau dalam bepergian dibolehkan tidak berpuasa dengan syarat harus menggantinya di luar bulan Ramadhan sejumlah hari yang ditinggalkannya itu.

Kemudian Allah menegaskan bahwa peraturan-Nya itu adalah untuk memudahkan manusia dan bukan untuk menyulitkan manusia. Terkadang ada yang salah sangka kepada Allah dengan menyatakan bahwa puasa itu berat, bahkan menjadikannya alasan untuk bermalas-malasan. Padahal beberapa ilmuwan yang meneliti puasa menyatakan bahwa puasa itu malah membuat sehat, meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan, dan juga merupakan proses detoksifikasi alami, sehingga badan akan semakin sehat.

Pada akhir ayat ini Allah SWT memerintahkan kita untuk mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya ini supaya kita bersyukur.

Allaahua’lam bishowab.

Inilah yang bisa saya sampaika, semoga ada manfaatnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Hidayah, Taufiq, dan Inayah-Nya kepada kita semua untuk bisa memahami petunjuk-Nya dan dan menjalankan  syariat-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Billaahi fi sabililhaq, astaghfirullaahu lii wa lakum,

Wassalaamu’alaikum wr wb.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer